Sekolah Pramugari Intersky Study
Viagra

Emergency Procedure

Tribune Kaltim - Senin, 9 Maret 2009 | 23:31 WITA
JAKARTA - Lagi-lagi pesawat Lion Air jenis McDonnell Douglas MD-90 mengalami celaka. Setelah Senin (23/2) dua pekan lalu pesawat milik Maskapai Penerbangan Lion Air mendarat dengan selamat tanpa roda depan, Senin (9/3) pukul 15.35 WIB di Batam, pesawat dari maskapai yang sama tergelincir di landasan Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Sore itu cuaca di sekitar Bandara Cengkareng agak buruk. Hujan lebat disertai angin kencang yang menerpa badan pesawat sebelah kiri, membuat sayap kanan pesawat oleng saat mendarat. Bahkan, ban pesawat dengan nomor penerbangan JT 793 berputar 90 derajat.
“Roda bagian belakang terendam lumpur dan patah 100-200 meter di luar run way 25 kiri,” kata Captain Edward Sirait, Humas Lion Air. Pesawat berangkat dari Ujung Pandang pukul 14. 35 Wita dengan tujuan Jakarta dengan membawa 166 penumpang termasuk 6 awak.

Detik-detik menegangkan terjadi ketika pesawat Lion Air dalam proses mendarat. Pesawat tiba-tiba miring ke kiri. Setelah itu ganti miring ke kanan. “Kemudian pesawat langsung nyusruk (nyungsep),” kata Mala, wartawati majalah Gatra yang kebetulan menumpang pesawat naas itu.

Menurutnya, pesawat berangkat dari Makassar pukul 14.30 Wita dan sempat mengalami keterlambatan. Selain Mala, ada juga wartawan lain yang berada di perut pesawat. Rombongan wartawan ini ke Makassar guna mengikuti acara Menpora Adhyaksa Dault.

Pesawat mengalami kerusakan cukup parah. “Keadaan pesawat landing gear depan patah, sayap kiri patah,” kata Kapuskom Publik Dephub Bambang S Ervan. Ervan menambahkan, saat mendarat, kondisi cuaca di bandara sedang hujan lebat disertai angin kencang. Jarak pandang hanya sekitar 1.000 meter. Pesawat tersebut dipiloti Capt Ratiman. “Seluruh penumpang selamat dan telah dievakuasi,” katanya.




Dari petikan berita di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa keberhasilan dari proses evakuasi adalah hasil kerja sama yang lancar antara penumpang dan awak kabin (pramugari). Dalam hal ini kita tidak akan membicarakan mengenai kecelakaan yang menimpa Lion Air, akan tetapi kami akan membagi pengalaman mengenai proses evakuasi atau Emergency Procedure sebelum dan setelah pesawat mendarat.


Pokok bahasan saat ini adalah Emergency Landing at Terrain (Pendaratan darurat di darat)


Ada beberapa faktor yang sangat membantu dalam kelancaran proses Evakuasi. Salah satunya adalah kesiapan sahabat dalam mempersiapkan diri menghadapi Emergency Landing.


Berikut beberapa tips dalam menghadapi Emergency Landing.


Persiapan Sebelum Landing


Persiapan ini dilakukan pada saat pesawat akan mendarat.

  1. Padamkan segera rokok sahabat, jika dalam penerbangan itu di perbolehkan merokok.
  2. Lepaskan semua barang tajam (Kaca mata, pena, dan semua isi kantong baju) lalu masukkan ke dalam tas atau ke dalam kantong kursi di depan sahabat.
  3. Tegakkan sandaran kursi dan tutup meja sahabat.
  4. Tempatkan barang bawaan sahabat di bawah kursi.
  5. Lepaskan sepatu tumit tinggi sahabat, lalu masukkan ke dalam tas.


Pada saat Pendaratan darurat



Sebelum pesawat mengalami Impact atau pendaratan darurat, tindakan yang harus di lakukan adalah sebagai berikut:



  1. Dorong sandaran kursi depan sahabat ke arah depan
  2. Bungkukkan badan
  3. Kepala di letakkan ke atas lengan yang di lipat di atas lutut
  4. Jika tidak bisa, sahabat dapat meletakkan kepala sahabat pada kedua tangan yang di silangkan pada sandaran kursi di depan sahabat sehingga kedua lengan dapat melindungi kepala.






Dalam posisi ini akan terdengar pemberitahuan berulang-ulang

EMERGENCY - BEND DOWN - HOLD YOUR KNEES

BAHAYA - MEMBUNGKUK - PELUK LUTUT




Crash Landing




Ketika pesawat mendarat, mungkin akan terjadi beberapa kali bantingan. Tetaplah duduk dengan posisi aman sampai pesawat benar-benar berhenti dengan sempurna

Setelah pesawat berhenti dengan sempurna, semua lampu akan padam, kecuali lampu yang menunjukkan jalan keluar. Biasanya di tunjukkan dengan lampu di lantai (gang/aisle)

Jika ada aba-aba dari pramugari “EVACUATE - EVACUATE - EVACUATE” segera lakukan

  1. Buka sabuk pengaman sahabat
  2. Tinggalkan semua barang
  3. Cepat keluar melalui Emergency Exit (akan di pandu oleh pramugari)
  4. Setelah di depan Emergency Exit, segera lakukan “JUMP and SLIDE” atau “LONCAT dan MELUNCUR”
  5. Setibanya di luar pesawat, segera jauhi pesawat sejauh mungkin (menghindari bahaya meledaknya pesawat)


Sekolah Pramugari



Jika telah berkumpul, segera melaporkan diri kepada petugas yang berwenang.

Mudah-mudahan tips kali ini dapat berguna bagi kita semua, dan jika sahabat ingin menyebar luaskan, kami sangat menghargainya.